Jumat, 20 Maret 2009

Catatan dari Lepas Kangen ke-4 Alumni XVI

Entah benar entah tidak, tanyakan pada ahli bahasa. Kalaupun tidak benar-benar benar tak apa juga karena yang penting substansi yang dikandungnya. Alumni angkatan XVI Darunnajah (DN) sengaja memilih kata ‘Lepas Kangen’ dibanding ‘reuni’. Hasratnya, suatu pertemuan untuk melepaskan kangen. That’s it !

Kalaulah kerinduan terlepaskan tentu silaturrahim kembali tereratkan. Kalaupun kemudian masih ada yang tanya, setelah kangen-kangenan di Puncak dan berkumpul dengan sahabat yang tak pernah bersua beberapa belas tahun lamanya; lalu apa? Weleh, pertanyaan macam apa pula itu? Toh kita kan memang bukan mau rapat kerja, atau mengikuti simposium. So what ?

Bagaimanapun, Sabtu pagi 28 Februari itu memang agak spesial. Ada keharuan dan kebanggaan terpancar. Ada wajah jarang dijumpai yang hadir. Ada rasa kangen dan ucapan terimakasih yang ingin disampaikan kepada almamater dan para guru. Itu yang dirasakan beberapa almuni angkatan ke-16 Darunnajah di ruangan career center, kampus almamater DN. Ada rasa lain di pagi ceria itu ketika sebelum masuk 2 bis yang disediakan peserta dilepas oleh para wali kelas terdahulu, pimpinan pondok KH. Sofwan Manaf, serta ‘lurah DN’ di era angkatan XVI (1986-1993), Ustadz H. Sulaiman Effendi. Sayangnya, tak semua para mantan wali kelas bisa hadir karena sudah tidak di DN lagi.

‘Tabarruk bil Asatidz’ sebagai tema Lepas Kangen ini menjadi lebih bermakna ketika menjelang tengah malam, tepatnya pukul 22.35 WIB, KH. Mahrus Amin akhirnya berhasil sampai di lokasi, setelah berjuang berjam-jam menerobos jalur macet puncak di malam Minggu itu. Suara beliau yang khas, nasehat penting dan guyonan yang bikin kangen kembali sejuk kami rasakan. Semoga keberkahan dan segala munajat malam itu betul-betul semakin lengkap mengiringi langkah peserta dalam mengarungi kehidupan dunia serta lentera menggapai kebahagiaan akhirat.

Lepas Kangen ke-4 beserta para suami atau istri beserta anaknya dikumpulkan saat itu berjumlah tak kurang dari 140 orang. Itu saja sudah merupakan keberkahan tersendiri bagi yang hadir. Usaha panitia yang berdedikasi tanpa pamrih ternyata tidak sia-sia. Sebagian peserta mungkin sudah menabung sejak 6 bulan sebelumnya (sejak panitia menyurati mereka), agar bisa hadir. Bukan berlebihan ketika kita senang ada teman yang tidak pernah bejumpa, bahkan sudah 15 hingga 19 tahun lalu lamanya. Ada beberapa orang dari Medan, ada dua orang dari Banjarmasin, juga kawan yang lama tak bersua dari Padang ikut hadir. Entah berapa lagi raut-raut muka sobat dari pelosok Jawa yang hadir dan menikmati suasana hingga esok harinya, Minggu 1 Maret.

Apa yang menjadi sorotan dari catatan ini adalah makna Lepas Kangen itu sendiri. Pada kenyataanya, setelah lulus dari almamater DN, kita (setidaknya alumni XVI) saat ini semakin sibuk, seolah bagai robot mengejar segala asa, mengisi tanggungjawab, memenuhi kewajiban. Perjalanan waktu yang tidak singkat menjadikan kita sesama kadang mengalami kebekuan. Ada yang merasa sudah hebat, atau sok hebat. Ada yang merasa masih tertinggal jauh dibanding temannya, padahal belum tentu demikian adanya. Ada yang merasa benar sendiri. Ada yang tenggelam dengan romantisme masa lalu DN, padahal kenyataan hidup saat ini bukan lagi masa-masa OPDN (sekarang OSDN) yang dilalui di sudut-sudut kenangan DN.

Satu hal, ketika kembali bertemu di Lepas Kangen kemarin, segala kebekuan dan sekat-sekat itu kembali cair. Walau kini mungkin tidak seperti lagi (atau mungkin masih sama seperti dulu); bukan hanya dari segi postur tubuh, raut wajah, lebat dan warna rambut di kepala, bahkan cara bicara dan ngocol yang berubah atau tetap seperti dulu. Yang jelas, kemarin itu adalah de javu. Bagaikan keluarga yang kembali menemukan "chemistry of ‘ma’had". Kita kembali cair, tidak ada lagi kebekuan. Seolah-olah ‘salathoh’ ramjad dan suasana sepiring rame-rame kembali siap kita nikmati bersama. Kepedulian dan empati sesama bisa kembali diasah. Kita pun kembali segar, untuk kembali menjadi ‘robot’ menjalani rutinitas; demi tanggungjawab, cita-cita, serta target yang diatasnamakan untuk dunia ataupun demi akhirat.

Bagi sahabat yang yang berhalangan hadir di Lepas Kangen XVI, semoga tetap dapat memetik buah silaturrahim dengan pertemuan setiap tahun (halal bi halal) di Situ Gintung, Ciputat; ataupun rutinitas buka bersama setiap Ramadhan.
Akhrinya, syukron jazilan untuk para asatidz, thanks a bunch untuk panitia yang penuh dedikasi, terimakasih untuk kawan-kawan yang menyempatkan hadir.(Alwis Rustam, 5 Maret 2009)

Ma’a assalaamah ila al-liqaa’


Jumat, 13 Maret 2009

CERITA PERJALANAN LEPAS KANGEN IV ANGKATAN 16 DARUNNAJAH,(Hotel Grand Pesona Sukabumi, 28 Feb-1maret 2009)

Sabtu pagi itu masih menyisakan rintik-rintik hujan tapi satu persatu peserta Lepas Kangen IV angkatan 16 Darunnajah terus berdatangan seperti tak menyurutkan semangat mereka untuk saling melepas rindu setelah sekian lama tak bersua...hiks..emang lama banget kita ga ketemu sama beberapa orang yang dari daerah atau yang lulus kelas III.Surprise banget...
Acara pertama diawali dengan pelepasan oleh Pimpinan Ma'had dalam hal ini Ust.Sofwan Manaf dan dihadiri oleh para asatidz yang dulu pernah menjadi wali kelas atau yang pernah mengajar selama kita mondok diantaranya Ust.Sulaeman Efendi, Ust.Gufron Dardiri, Ust.Abdul Haris, Ust.Muhibbin dll (waah maaf banget nih ga kesebut smuanya, soalnya ga liat fotonya pokoknya banyak deh...), dalam acara ini diisi dengan sambutan dari fihak pondok dan fihak alumni lalu dilanjutkan dengan pemberian bingkisan tanda mata dari alumni dan yang terakhir foto bersama di depan masjid tercinta. Masjid ini nih yang jadi saksi sejarah kalau kita pernah sholat,belajar,muhadloroh dll bahkan tak bisa dipungkiriia juga menjadi saksi kenakalan pada masa-masa kita puber dulu.(hihi lucu ya....coba masing-masing flashbackdeh...)
Oke..waktunya berangkat, 2 bus diberangkatkan ada juga beberapa yang konvoi menggunakan kendraan pribadi,perjalanan lancar sampai tujuan walaupun diselingi macet yang lumayan menyebalkan ketika memasuki arah cimande tetapitak jadi soal karena semua itu terbayar begitu menghirup segarnya udara pegunungan dan pemandangan gunung salakyang hmmmm bikin rindu...
Acara pertama santai, anak-anak riang menikmati permainan yang ada, sementara para orang tua mereka saling ber hai-hai ria sambil cipika cipiki karena di DN tadi belum sempat ketemu keburu naekbis...bisadibayangkan ga suasana ramainya??? wuiiihhh...gimana nanti malemya...???
Ceritanya disingkat neh...kita langsung mulai aja acaranya ya...Semua berkumpul dan memperkenalnan diribeserta keluarga tentunya (kaya anak baru kenal nih kita disuruh perkenalan lagi...), tau ga..banyak juga yang rela berkorban datang jauh-jauh dari sumatra dan kalimantan sana, ada Emy danRida dari Medan, Ihsan Abdi juragan dari Padang, Psikolog kita Mpok Asma dari Banjarmasin yang dateng bareng maemunah (Ima), Ida HS dari Cilegon, Iis dan Ndreng juga Uphie dari Cirebon dan banyak lagi deh pokoknya ga bisa disebutin satu per satu,nanti liat aja fotonya ya kalau udah diposting, soalnya saat ini fotonya masih belum ada neh...
Acara malam itu seru abisss....kita sampe sakit perut cekakak cekikik...kita juga dapet materi Fun Teaching dari Pak guru Imam Maliki...yang bikin surprise KH.Mahrus sang kiyai tercinta kita bela-belain dateng menembus jalur macet yang luar biasa..oya temen-temen kita juga ada yang datang nyusul lho kejebak macet 4 jam (k Evi, neneng, diana, ephoy) ada juga yang balik arah karena ga tahan sama macet padahal lokasinya tinggal dekeeeet lagi tapi paginya mereka dateng (yanti dan Ida). Balik ke Ust. Mahrus, beliau masih gagah dan bersahaja seperti dulu,beliau juga tidak sungkan menyambut para mantan santri dan santriwatinya yang berebut ingin cium tangan..pas ngasih tausiah itu lho...adem benerrrr di hati, suara beliau tidak berubah dan sikap hidup sederhana yang senantiasa beliau jalani tak luput beliau patrikan di hati para santrinya malam itu,intinya kita harus senantiasa qona'ah dan istiqomah dalammenjalani hidup dan jangan takut memiliki cita-cita yang tinggi karena Allahlah yang akan membantu usaha kita untuk mewujudkan cita-cita itu. Sayang..Ust.Mahrus harus pamit malam itu juga padahal kita masih kangen nih sama beliau...dengan diakhiri foto bersama Ust.Mahruspun meninggalkan kita untuk melanjutkan aktifitasnya, Syukron katsir stadz...jazakallah.
Dilanjutkan dengan acara bebas..ada yang ngobrol-ngobrol, karaokean, ngelonin anak dikamar masing-masing dll, ga kerasa ternyata masih ada yang melek sampe jam 3 pagi, qiamullail (?????) maklum kita rindu kekhusyuanapa lagi kalau khusyu itu kita dapatkan bersama..syahdu niaan....
Besoknya paginya menemani anak-anak pada berenang sambil sarapan pagi dipinggir kolam, asyik juga..oya,ada perlombaan untuk anak-anak juga lho dikolam renang seru deh pokoknya nah..tiba saat yang ditunggu-tunggu nih..pembagianhadiahlomba anak-anak dan pengundian DOOR PRIZE, ada sekitar 25 item yang disediakan oleh panitia dengan 2kali pengundian...buat yang dapet ..selamat ya..semoga ditahun-tahun mendatang semakin semangat untuk ikutan dan nyumbang door prize di acara lepas kangen berikutnya hehehehe.....
Yaaahh...kita mau pisah neh...waktunya pulaaang...salam buat temen-temen yang ga bisa hadir semoga kita bisa bertemu diacara lepas kangen yang akan datang dengan konsep acara yang berbeda dan lebih seru tentunya...jangan lupa solidaritas dan kesetiakawanan buat kita adalah segala-galanya so..tetap jaga tali silaturrahim ini ya.....with love for you all (chom)